Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Mambaul Ulum Riwayatmu Kini

Solo, HMI Tegal Kab

Salah satu jejak yang menjadi saksi sejarah perjalanan awal terbentuknya Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di Kota Solo, yakni Madrasah Mambaul ‘Ulum (MU) Surakarta. 

Dari madrasah yang pada masa pemerintahan Pakubuwono X merupakan Pusat Pendidikan Islam (Modern) ini, banyak melahirkan ulama besar, pemimpin bangsa, intelektual dan teknokrat. Diantaranya yakni tokoh-tokoh seperti KHR Moh. Adnan (tokoh NU dari Solo), Saifuddin Zuhri, Kyai Ali Darokah, Munawir Sadzali (Mantan Menteri Agama RI), Prof. Dr Baiquni (Bapak Atom/Nuklir Indonesia) dan lain sebagainya.

Mambaul Ulum Riwayatmu Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Mambaul Ulum Riwayatmu Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Mambaul Ulum Riwayatmu Kini

Madrasah ini juga pernah terdengar namanya dalam Muktamar NU kesepuluh. 

Pada waktu itu, di antara hasil keputusan muktamar, yakni pernyataan menyokong berdirinya “Madrasah Mamba’ul Ulum” yang didirikan oleh Keraton Kasunanan Surakarta pada tahun 1905 sebagai salah satu usaha untuk mencetak kader ulama.

HMI Tegal Kab

MU yang terletak di kompleks Masjid Agung Surakarta, kemudian beralih fungsi menjadi sekolah PGA (Pendidikan Guru Agama) Negeri Surakarta. Menjelang tahun 1955, di sekolah ini terdapat beberapa muridnya, yang secara intensif sering mengadakan diskusi tentang perlunya keberadaan organisasi pelajar putri di kalangan Nahdliyyin. Berawal dari diskusi yang diadakan Umroh Mahfudzoh dkk. itulah kemudian IPNU Putri lahir.

HMI Tegal Kab

Kepala Sekolah MAN 2 Solo, H Dimyati BA, menjelaskan dulu ketika menjadi PGA kegiatan belajar dibagi di dua tempat, yakni di gedung di depan Stadion Maladi Jl.. Slamet Riyadi Sriwedari, "Untuk di Slamet Riyadi itu dari kelas I sampai IV, sedangkan yang di Mambaul Ulum untuk kelas V dan VI,"

Mambaul Ulum Bermetamorfosa

Rekam jejak keberadaan Mamba’ul Ulum dalam kontribusi mencetak sumber daya manusia handal yang memiliki pengaruh perubahan pada masyarakat baik pada taraf lokal dan global beberapa waktu yang lalu mengundang penasaran para peneliti sejarah diantaranya Prof. Nishino Setsuo dari Nagoya University, Dr. Murni Ramli dari Pusat Studi Asia UNDIP, Yuki Nakata MA dari Toyo University Japan dan peneliti dari UIN Yogyakarta.

Dari hasil feasibility study (studi kelayakan) yang dilakukan oleh Tim Task Force Studi Kelayakan yang  melalui analisis SWOT dengan mempertimbangkan berbagai trend perubahan lokal dan global, tim merekomendasikan dibukanya program Boarding School “Mamba’ul ‘Ulum” Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta berlokasi di Jl Dr. Radjiman No. 2 Surakarta (Kompleks Masjid Agung Surakarta).

Kini bangunan Mambaul Ulum atau PGA Surakarta, telah bermetamorfosa menjadi MAN 2 Surakarta. Adanya konsep baru pada sekolah tersebut diharapkan dapat menghasilkan kembali tokoh-tokoh besar, yang syukur-syukur datang dari kalangan Nahdliyin.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pemurnian Aqidah HMI Tegal Kab

Rabu, 03 Januari 2018

Negara Wajib Fasilitasi Kaum Difabel

Mataram, HMI Tegal Kab. Islam memandang semua manusia adalah setara. Yang membedakannya adalah tingkat ketakwaannya. Tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas. Mereka berhak mendapat perlakuan manusiawi dan layanan fasilitas bagi keterbatasan yang mereka alami.

Demikian di antara poin yang disepakati dalam Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudluiyah yang salah satunya menyoroti konsep fiqih penyandang disabilitas di Pondok Pesantren Darul Falah, Jalan Banda Seraya 47, Kecamatan Pagutan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (24/11). Sidang dipimpin oleh Katib Syuriyah PBNU KH Abdul Ghofur Maimoen.

Negara Wajib Fasilitasi Kaum Difabel (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Wajib Fasilitasi Kaum Difabel (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Wajib Fasilitasi Kaum Difabel

Dalam rumusan yang disusun dinyatakan bahwa Islam tak memandang penyandang disabilitas itu secara negatif. Islam memandang hal itu sebagai ujian. Pertama, ujian bagi yang penyandang disabilitas, apakah yang bersangkutanbisa sabar atau tidak. Kedua, juga ujian bagi pihak lain, apakah mereka memiliki kepedulian pada penyandang disabilitas atau tidak.

Secara fiqih, mereka tetap dibebani kewajiban menjalankan kewajiban syariat (taklif) selama akal mereka masih mampu bekerja dengan baik. Hanya saja Islam memberikan keringanan menurut kondisinya. Mereka diperbolehkan menjalankan kewajiban sesuai dengan batas kemampuannya.

“Karena sebagian penyandang disabilitas tetap diwajibkan menjalankan syariat Islam, maka negara punya kewajiban bukan hanya membuat kebijakan melainkan juga menyediakan fasilitas publik yang ramah terhadap kaum penyandang disabilitas-kaum difabel,” bunyi rumusan tersebut.

HMI Tegal Kab

Dalam konteks penyandang disabilitas, negara memiliki tanggung jawab membuat penyandang disabilitas bisa menjalani kehidupan secara nyaman. Ruang publik dibuat ramah terhadap penyandang disabilitas.

Begitu juga dengan ruang-ruang komunal seperti rumah ibadah. Khutbah-khutbah keagamaan yang disampaikan juga perlu mempertimbangkan keberadaan kaum difabel netra, difabel rungu, dan sebagainya. Karena itu ketika khutbah disampaikan, masjid-masjid di Indonesia perlu menyediakan bahasa isyarat, teks tertulis, dan sebagainya.

“Tentu pemenuhan segala kebutuhan warga negara harus mempertimbangkan kemampuan negara. Sebab, tidak jarang dijumpai ketimpangan antara daftar kebutuhan yang harus dipenuhi dan keterbatasan anggaran yang tak bisa dihindari. Jika itu terjadi, maka negara perlu membuat skala prioritas dengan mendahulukan orang yang sangat membutuhkan daripada yang sekedar butuh.” 

HMI Tegal Kab

Forum sidang komisi ini juga menyinggung soal keterkaitan konsep disabilitas dengan faktor sosial. Seseorang disebut penyandang disabilitas ketika ia tidak memiliki akses yang sama dengan orang normal pada umumnya lantaran fasilitas yang terbatas atau masyarakat yang tidak ramah dengan keadaan orang tersebut.

Hasil diskusi peserta bahtsul masail ini akan dibawa ke sidang pleno pada Sabtu (25/11) besok untuk ditinjau bersama lalu ditetapkan secara resmi. Selain soal fiqih disabilitas, musyawirin juga mendiskusikan tentang ujaran kebencian, distribusi lahan/aset, konsep amil dalam negara modern menurut pandangan fiqih, konsep taqrir jama’i, dan konsep ilhaqul masail binadhairiha.

Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudluiyah lebih fokus pada pembahasan isu-isu tematik-konseptual ketimbang menemukan hukum halal-haram. Rumusannya dipaparkan dalam narasi dekriptif. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Ahlussunnah, Pemurnian Aqidah HMI Tegal Kab

Rabu, 27 Desember 2017

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU

Kudus, HMI Tegal Kab. Sebagai perkumpulan yang mewadahi para pelajar Nahdlatul Ulama, IPNU dan IPPNU selayaknya sering menjalin komunikasi kepada para pengurus Badan Otonom NU lainnya yang lebih dewasa.?

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tanfidziyyah NU cabang Kudus, H Abdul Hadi pada pembukaan peringatan Hari Lahir IPNU ke-61 dan IPPNU ke-60 di aula Gedung NU Kudus Selasa, (24/2).

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU

Usai menghaturkan ucapan selamat hari kelahiran beserta doa harapan, Abdul Hadi kemudian memberikan beberapa pesan kepada ratusan pengurus IPNU-IPPNU se-kabupaten Kudus yang hadir pada acara tersebut.

HMI Tegal Kab

“Pengurus IPNU-IPPNU harus sering-sering silaturrahim dan konsultasi kepada NU, LP Ma’arif, juga kepada sesama pimpinan IPNU-IPPNU, jangan sampai putus,” ujar Abdul Hadi.?

Disampaikannya, bahwa ketika IPNU-IPPNU menghadapi masalah, apapun itu, sebaiknya disampaikan saja. Menurutnya, NU dan Banom sudah sepantasnya saling terbuka dan membantu.

HMI Tegal Kab

Di ulang tahun ini, diharapkan agar IPNU bersama IPPNU semakin mampu menjalankan tugas dengan disiplin dan tertata rapi. “Buatlah kegiatan yang sederhana saja, yang terjangkau, tapi terorganisir dengan baik,” paparnya.

Menurutnya, IPNU-IPPNU juga harus menjalankan organisasi dengan transparansi yang maksimal, sedari administrasi hingga persoalan dana. Organisasi dijalankan dengan ikhlas untuk kepentingan meningkatkan kualitas dan kuantitas NU.

Perayaan Harlah diresmikan dengan pemotongan tumpeng oleh KH M Ulil Albab, Rois Syuriah NU Kudus dan diserahkan kepada pengurus IPNU dan IPPNU Kudus, Joni Prabowo dan Septiyanti.?

Acara dilanjutkan dengan sarasehan bersama alumni dan nonton bareng video dokumentasi perjalanan IPNU-IPPNU Kudus dari masa ke masa. Terakhir, dibacakan doa manaqib. (Istahiyyah/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Khutbah, Pemurnian Aqidah HMI Tegal Kab

Minggu, 17 Desember 2017

Ini Harapan Ratusan Santri di Sragen kepada Pemerintah

Sragen, HMI Tegal Kab. Ratusan santri Pondok Pesantren An-Najah Gondang Sragen Jawa Tengah mengikuti kegiatan karnaval dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 22 Oktober 2015 dan Tahun Baru Hijriah 1437 H 1 Muaharam lalu, Rabu (21/10) pagi.

Para santri yang berjumlah sekitar 250-an tersebut berjalan menyusuri jalanan dengan memakai busana ala santriwan dan santriwati. Sebagian santri membawa spanduk yang bertuliskan ucapan “Selamat Tahun Baru Hijriyah” dan “Hari Santri Nasional”.

Ini Harapan Ratusan Santri di Sragen kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan Ratusan Santri di Sragen kepada Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan Ratusan Santri di Sragen kepada Pemerintah

Menurut Wakil Kepala bagian Kesiswaan, Sobirin, kegiatan karnaval ini diikuti seluruh Keluarga Besar Pesantren An-Najah. “Semua siswa, guru dan karyawan ikut, mulai dari SMP, SMK serta MANU Gondang,” terang Sobirin.

HMI Tegal Kab

Selain acara karnaval, pada momentum mengenang peristiwa Resolusi Jihad ini, pihaknya juga mengadakan kegiatan upacara Hari Santri, Kamis (22/10). “Peserta upacara untuk santri laki-laki memakai sarung,” ungkap dia.

Sobirin berharap dengan adanya peresmian Hari Santri Nasional ini, akan menjadikan para santri lebih bersemangat dalam menuntut ilmu. “Kita juga berharap agar pemerintah lebih peduli pada pondok pesantren dan para santri,” tutupnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab

HMI Tegal Kab Pemurnian Aqidah HMI Tegal Kab

Rabu, 13 Desember 2017

Model Islam Nusantara Dipromosikan di Denmark

Jakarta, HMI Tegal Kab?



Ektremisme agama tidak hanya menjadi persoalan di sebuah negara, tapi merupakan masalah global yang harus diselesaikan melalui kerja sama antarnegara. Hal itu mengamuka pada kerja sama antara pemerintah Denmark dan Wahid Foundation dalam menyelenggarakan Tur Dialog Lintas Agama ke Denmark pekan lalu.?

Model Islam Nusantara Dipromosikan di Denmark (Sumber Gambar : Nu Online)
Model Islam Nusantara Dipromosikan di Denmark (Sumber Gambar : Nu Online)

Model Islam Nusantara Dipromosikan di Denmark

Salah satu pertanyaan yang kerap mengemuka di dalam pertemuan-pertemuan di Denmark adalah bagaimana cara menghentikan laju ektremisme agama di dunia. Dalam hal itu, Direktur Utama Wahid Founation Yenny Wahid mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara yang berpenduduk Islam terbesar di dunia termasuk negara yang berhasil membendung laju ektremisme agama.?

Menurut putri Gus Dur itu, keberhasilan tersebut tidak hanya mengangkat nama Indonesia sebagai negara damai, namun sekaligus membantah persepsi dunia tentang agama Islam, yang selalu diidentikkan dengan agama teror dan kebencian.

Yenny mengungkapkan, salah satu kunci keberhasilan Indonesia adalah kerja sama yang baik antara pemerintah dan kelompok agama dalam mengatasi masalah keagamaan termasuk ektremisme agama.?

HMI Tegal Kab

“Kerja sama dengan komunitas agama atau masyarakat sipil dengan pemerintah adalah kunci mengatasi radikalisme agama di Indonesia,” katanya menceritakan kunjungannya dari Denmark di Jakarta (29/3). Tanpa keterlibatan masyarakat sipil terutama melalui lembaga keagamaan, pemerintah akan kewalahan menghadapi gelombang ekstrimisme agama.

Islam model Indonesia atau dikenal luas dengan Islam Nusantara, menurutnya, merupakan sebuah sistem ajaran keislaman yang moderat dan tidak ekstrim. Ajaran Islam ini sudah teruji sepanjang Indonesia, bahkan sebelum Indonesia dikenal sebagai sebuah negara.?

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Ketua PBNU KH Yahya Cholil Stafuq, yang juga ikut berkunjung ke Denmark. Lebih lagi, Islam Nusantara dengan konsep Islam berkemajuan dianggap dapat menjadi model gagasan Islam yang paling pas untuk merespon radikalisme dunia.?

“Islam Nusantara ini perlu dijadikan percontohan untuk melawan radikalisme oleh masyarakat dunia,” ujar KH Yahya Cholil Stafuq.?

HMI Tegal Kab

Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge menganggap bahwa Indonesia merupakan mitra yang penting bagi Denmark untuk memperkuat dan memperdalam hubungan kerjasama di berbagai aspek termasuk penanggulangan terorisme agama.

“Di dunia dimana agama, sayangnya, dijadikan alat untuk memicu konflik, Indonesia menjadi suara yang penting bagi keberagaman, toleransi beragama dan dialog lintas agama,” ujar Casper Klynge.?

Sebelumnya, Kedutaan Besar Denmark di Indonesia bekerja sama dengan Wahid Foundation menyelenggarakan Tur Dialog Lintas Agama ke Denmark pada 20 hingga 24 Maret 2017 lalu. Tur ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral dan hubungan antar individu Indonesia dan Denmark, mempromosikan keberagaman, dialog lintas agama dan toleransi.?

Yenny wahid dan KH Yahya Cholis Staquf merupakan dua dari delegasi Indonesia yang berkunjung ke Denmark selain Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal), Dr. Frans Magnis Suseno (Pastor dan Direktur Sekolah Tinggi Filosofi Driyarkara, Dr. Abdul Mu’ti (Muhammadiyah), dan Sakdiyah Ma’ruf (stand-up komedian). (Ahmad Rozali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Fragmen, Pemurnian Aqidah HMI Tegal Kab

Minggu, 10 Desember 2017

IPNU-IPPNU Bandung Gelar Makesta Raya dan Maulid

Bandung, HMI Tegal Kab. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Bandung mengelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad di Pesantren Al-Munawwaroh, Gede Bage, Bandung, pada Sabtu (26/01) lalu.

IPNU-IPPNU Bandung Gelar Makesta Raya dan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bandung Gelar Makesta Raya dan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bandung Gelar Makesta Raya dan Maulid

Makesta yang diikuti ratusan pelajar putra-putra NU dari 30 kecamatan se-Kota Bandung tersebut bertema “Optimalisasi Proses Kaderisasi Menuju Keberlangsungan Organisasi yang Lebih Baik”.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan Al-Barzanji, dilanjutkan dengan semarak marawis anggota IPNU bernama “Al Anshar”. Lalu tabligh akbar dengan penceramah Ajengan Muhammad Nurdin, alumni Pesantren Al Munawwaroh.

HMI Tegal Kab

Makesta Raya tersebut dibuka Ketua PCNU Kota Bandung, KH MaftuhKhalil. Dalam taushiyahnya ia berpesan agar para kader IPNU-IPPNUtetap bersemangat memajukan negara Indonesia dibawah panji IPNU danIPPNU.

HMI Tegal Kab

Selepas resepsi pembukaan, peserta dibekali materi-materi ke-NU-an, ke-IPNU-IPPNU-an, keorganisasian, dan kepemimpinan.

Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kota Bandung, Fajar Nugraha mengatakan bahwa Makesta Raya ini merupakan gerbang awal para kader memasuki ranah IPNU dan IPPNU dan sejatinya kepada NU sendiri.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Makam, Pemurnian Aqidah, Pertandingan HMI Tegal Kab

Rabu, 20 September 2017

Keunikan Kultur dan Struktur NU Menjadi Kekuatan Jamiyyah

Pringsewu, HMI Tegal Kab. Nahdlatul Ulama memang organisasi yang unik. Organisasi yang didirikan oleh para ulama ini tidak melulu bertumpu pada sistem dan struktur dan hirarki yang kaku. Hal ini karena kultur yang menopang NU justru lebih kuat daripada struktur yang ada.

Pernyataan tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Sujadi saat ditemui di kediamannya, Komplek Pondok Pesantren Nurul Ummah Pagelaran Lampung, Rabu (1/11).

Keunikan Kultur dan Struktur NU Menjadi Kekuatan Jamiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Keunikan Kultur dan Struktur NU Menjadi Kekuatan Jamiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Keunikan Kultur dan Struktur NU Menjadi Kekuatan Jamiyyah

"NU itu unik. Sampai-sampai, walaupun tidak ada pengurusnya pun kegiatan NU masih tetap bisa berjalan," kata ulama yang juga Bupati Pringsewu ini.

Kekuatan kultur inilah yang menjadi kekuatan tersendiri dalam jamiyyah NU. Tidak seperti organisasi lain yang bertopang kepada struktur organisasi, NU justru ditopang dengan kekuatan kultur jamiyyah yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat.

HMI Tegal Kab

"Struktur dan kultur saling melengkapi sehingga menjadikan NU kuat dan mengakar sampai ke bawah," lanjut alumni Pondok Pesantren Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah ini.

Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH. Munawir mengamini pernyataan tersebut. Kiai Munawir menegaskan sosok ulama dalam Jamiyyah NU juga merupakan kekuatan tersendiri dalam roda organisasi.

"Para kiai ataupun pengasuh pondok pesantren yang memiliki kharisma dan pengaruh kepada jamaah sering membuat lumer dan lentur kekuatan struktural NU," katanya.

Ini juga tidak terlepas dari sejarah bahwa pesantren bukan hanya memiliki kekuatan otonom dalam struktur NU, namun para kiai kharismatik pondok pesantrenlah yang menjadi motor penggerak sekaligus menjadi pencetus berdirinya NU pada 1926.

Eksistensi struktur dan kultur yang ada dalam Jamiyyah Diniyyah terbesar di dunia inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peneliti dan menjadi bahan diskusi menarik bagi para pemerhati organisasi.

HMI Tegal Kab

"Apalagi menjelang satu dekade pada 2026 mendatang NU memasuki usia satu abad, NU akan menjadi organisasi yang akan terus menjadi perbincangan. Kira-kira bagaimana wajah NU kedepan dan masihkan ada tokoh kharismatik yang berpengaruh dalam struktur organisasi walaupun secara struktur tidak di dalamnya?" tanyanya mengajak merenung.

Oleh karenanya ia menilai diperlukan formula untuk menemukan hubungan antara kekuatan kultural dan struktural dalam NU.

"Yang penting juga kita bisa membuat format organisasi yang mengkombinasikan antara kekuatan modern yang terus bergulir dengan nilai-nilai tradisional yang sangat kental pada warga NU," katanya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

HMI Tegal Kab Pemurnian Aqidah, Quote HMI Tegal Kab

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs HMI Tegal Kab sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik HMI Tegal Kab. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan HMI Tegal Kab dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock