Jakarta, HMI Tegal Kab. Kaderisasi menjadi persoalan penting dalam sebuah organisasi massa. Jika kaderisasi mandek saat ini, pengaruhnya akan terasa sampai 30-40 tahun yang akan datang. Di lingkungan NU, Lembaga yang bertanggung jawab dalam proses pengkaderan adalah Lakpesdam NU.
Direktur Lakpesdam Abdul Waidl menuturkan, saat ini, konsep pengkaderan yang sedang dibuat adalah pengkaderan berbasis ranting. Konsep ini dibuat setelah melakukan penelitian pada sejumlah cabang, pengkaderan seperti apa yang mereka inginkan.
| Lakpesdam Kembangkan Konsep Kaderisasi Berbasis Ranting (Sumber Gambar : Nu Online) |
Lakpesdam Kembangkan Konsep Kaderisasi Berbasis Ranting
“Di beberapa cabang, mereka lebih senang kaderisasi di tingkat ranting karena punya massa langsung, ketemu dengan konstituen dan berhadapan langsung dengan permasalahan masyarakat,” katanya dalam diskusi Kamisan HMI Tegal Kab, 25 November.HMI Tegal Kab
Terdapat tiga putaran dalam pola pengkaderan baru tersebut, pertama pengenalan tentang ke-NU-an, kedua, menjadikan pengurus ranting sebagai community organizer. “Ini semacam pelatihan advokasi, bagaimana mereka menjadi kader penggerak di setiap ranting,” katanya.HMI Tegal Kab
Ketiga adalah pelatihan ketrampilan, yang terkait dengan persoalan peningkatan ekonomi, tetapi tidak menutup kemungkinan pemahaman di bidang politik, kebudayaan dan lainnya. Permasalahan nyata di masyarakat, problem ekonomi yang menjadi mengemuka di tingkat ummat. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.idHMI Tegal Kab Internasional HMI Tegal Kab

EmoticonEmoticon